Perasaan resah menyelimuti seluruh warga, lebih-lebih Pak Modin, tokoh agama di kampung kami. Kami kawatir tamu yang ditunggu-tunggu itu tidak jadi datang hari ini. Tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara masjid, “Saudara-saudara, tamu kita telah datang”.
Alhamdulillah, tepat sore menjelang maghrib tamu itu datang. Dengan membawa tas besar yang berisi perbekalan. Dia menyapa dan menyalami kami dengan senyum penuh keramahan. Kami pun menyambutnya dengan penuh suka cita, karena sudah setahun kami merindukannya. Kami sudah menyiapkan beraneka macam makanan, mulai nasi kuning, buah-buahan dan aneka kue. Seluruh penduduk sudah menunggu di masjid, musholla, bahkan banyak yang rela duduk lesehan menggelar tikar dan terpal di gang-gang untuk menyambut kedatangan tamu istimewa ini. Rebana pun di tabuh bertalu-talu dengan alunan solawat yang mendayu-dayu. Tidak lupa anak-anak kecil dan remaja membunyikan petasan kegembiraan. Kabarnya tamu ini akan menginap selama 30 hari di kampung ini. Tamu itu bernama RAMADHAN. Marhaban Ya Ramadhan.
Warugunung, 20 Juli 2012: 21.55