Jumat, 20 Juli 2012

TAMU ISTIMEWA


Perasaan resah menyelimuti seluruh warga, lebih-lebih Pak Modin, tokoh agama di kampung kami. Kami kawatir tamu yang ditunggu-tunggu itu tidak jadi datang hari ini. Tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara masjid, “Saudara-saudara, tamu kita telah datang”.
Alhamdulillah, tepat sore menjelang maghrib tamu itu datang. Dengan membawa tas besar yang berisi perbekalan. Dia menyapa dan menyalami kami dengan senyum penuh keramahan. Kami pun menyambutnya dengan penuh suka cita, karena sudah setahun kami merindukannya. Kami sudah menyiapkan beraneka macam makanan, mulai nasi kuning, buah-buahan dan aneka  kue. Seluruh penduduk sudah menunggu di  masjid, musholla, bahkan banyak yang rela duduk lesehan  menggelar tikar dan terpal di gang-gang untuk menyambut kedatangan tamu istimewa ini. Rebana pun di tabuh bertalu-talu dengan alunan solawat yang mendayu-dayu. Tidak lupa anak-anak kecil dan remaja membunyikan petasan kegembiraan. Kabarnya tamu ini akan menginap selama 30 hari di kampung ini. Tamu itu bernama RAMADHAN. Marhaban Ya Ramadhan.

Warugunung, 20 Juli 2012: 21.55

Selasa, 10 Juli 2012

Doa

kasih...
jika aku nanti
kuburlah jasadku di hatimu
agar jiwaku dapat tidur nyenyak bersamamu

28 Februari 2002

Senin, 30 Januari 2012

Ketika Tuhan Cemburu

tersiar kabar ribuan hektar hutan terbakar
banjir bandang datang ketika yang lain kekeringan
gunung murung menggelepar bagai raksasa lapar
musim tak lagi tunduk pada ramalan zaman

akankah ini sebuah pertanda?
kau bilang ini hanya gejala alam
bahkan kau terus membangun cinta-cinta baru
dengan sekeranjang noda hitam
yang kau sajikan di meja-meja makan, di kantor, di pasar, di jalan, di seluruh muka bumi
berapa lagi kau minta bukti untuk mengerti
jika bencana dan ribuan nyawa yang melayang itu
hanya cerita lalu buatmu
sedang kau tak pernah mau tahu
bahwa tuhan sedang cemburu

"Karena kau duakan cinta Ku"

Karya A. Zainudin