Kamis, 08 September 2016
Tugas Proyek Eksemplum Kelas 9C
PRAMUKA SEASIK MAIN GAME
Dulu, SD memang belum mengenal pramuka. Malas dan bosan
itu lah kata-kata yang ada dipikiran mereka, dan juga yang sering diucapkan
oleh mereka yang tidak suka dengan kegiatan-kegiatan yang banyak menyita waktu
dan melelahkan. Salah satunya adalah pramuka. Tidak semua orang bisa melakukan
kegiatan-kegiatan pramuka dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih. Pramuka adalah
suatu kehormatan bagi yang mengikutinya, karena kita bisa memakai merah putih
di depan dada kita dengan bangganya sampai ke penjuru dunia, karena pramuka
juga sudah go international.
Awal mulanya, aku masuk disalah satu SMP negeri Surabaya
dan kebetulan sekolah di Surabaya wajib untuk mengikuti ekstra pramuka. Tadinya
aku juga tidak suka pramuka, karena aku berfikir, ”ngapain sih pramuka itu?”,
dalam hati aku berkata, ”paling cuma baris di bawah matahari, tepuk tepuk
seperti anak TK dijemur dan lama-lama kulitku hitam. Jika hujan juga pasti
kehujanan. Ah pokoknya pramuka cuma bikin lelah saja”. Ada pula yang beranggapan
bahwa kegiatan pramuka adalah kegiatan yang tidak lagi diperlukan di zaman
sekarang. Padahal dipramuka kita juga bisa berprestasi. Dipramuka kita juga
diajarkan hal hal yang tertentu yang tidak bisa dilakukan oleh anak-anak
biasanya.
Dulu, aku mempunyai teman yang aktif dalam pramuka.
Mereka bilang,”pramuka itu asik kok, pramuka itu seasik main game”. mereka pun
mulai mengajakku ke dunia kepramukaan. Mereka bernama Oliv, Fanda, Valen,
Sekar, Asyal dan masih banyak lagi. Berhubung aku pun tertarik dengan kata-kata
mereka, aku pun mencobanya. Hal yang paling aku sukai dalam pramuka adalah
perlombaanya, kami telah mengikuti 2 perlombaan antar sekolah. Tapi hanya salah
satu perlombaan yang paling berkesan. Dalam perjalanan perlombaan itu kami
hanya bisa berdoa agar diberikan yang terbaik. Kak Rahma berkata,”semangat
adek-adek anggap saja anak-anak yang ada di sana hanya sebuah tikus yang
berkeliaran”, kami berkata,”siap kak!”.
Setelah sampai di tempatnya kami merasa minder karena
kami merasa tidak ada apa-apa nya dibanding mereka tapi kami ingat kata kata
kak rahma kita pun akhirnya turun dengan penuh percaya diri. Sebelum memulai
perlombaan kita mengikuti upacara dahulu, pada saat upacara beberapa anak dari
regu kami ada yang sakit tetapi itu tidak menjadi halangan bagi kami. Selesai
upacara, maka perlombaan akan segera dimulai. Tiba-tiba celana Valen robek,
akan tetapi dia tidak menyadari hal itu. Pada saat itu ia kebingungan karena
tidak membawa celana ganti. Lalu oliv berkata,”sementara tutup dulu dengan jaket”,
dan Valen berkata,”oh iya kamu benar sekali”. kejadian itu tidak mematahkan
semangatnya. Kita pun lanjut dan bersiap untuk berlomba. Selesai berlomba hati
kami pun merasa lega tapi tidak sepenuhnya kami juga masih memikirkan hasilnya.
Kita menunggu beberapa jam tapi masih belum ada hasil. Lalu kak Rahma
berkata,”kalian lebih meilih disini untuk menunggu atau pulang makan bakso,”
anak anak masih bingung dengan pilihan itu berhubung kami lapar, kami pun
menjawab,”pulang makan bakso” dalam perjalanan pulang tiba-tiba hujan dan aku
pun mulai berdoa,”semoga hasil kami memuaskan dan tidak sia-sia”.
Setelah sautan ke-IV”, dengan leganya aku berkata
“Alhamdullilah, Allah memang maha mendengar”. Dan kami pun salut pada kakak
pembmpai di warung bakso, tidak lama kakak kami datang dan kami pun bergegas menanyakan hasilnya.
Dan ternyata hasil kami selisih puluhan dengan peringkat III, lalu kak rahma
berkata,”kalian tidak masuk peringkat inti tapi kalian masuk peringkat urina
kami meskipun hujan lebat mereka masih mau menyampaikan berita itu. Meskipun
kita tidak pernah mendapat peringkat I tapi kita pantang menyerah. Karena bagi
kita menang kalah itu sudah biasa. Yang kita ambil bukan kemenangan akan tetapi
kenangan dan perjuanganya, setiap kali selesai perlombaan kakak kita
berkata,”kalian anak-anak yang hebat kalian berbeda dengan anak yang lainya,
jiwa kalian jiwa api raga kalian raga baja jangan mudah menyerah masa depan
kalian masih panjang terus semangat!!!”, kita pun menjawabnya dengan penuh
semangat dan tegas,”siap kak!”.
Untuk mencapai prestasi dan kesuksesan kita tidak
boleh lemah, kita tidak boleh takut untuk mencoba. Jika kalian takut mencoba
maka kalian sama saja membuang berton-ton berlian dan emas. Gagal atau
suksesnya sudah diatur oleh Tuhan YME
yang terpenting kita sudah berusaha. Kesempatan tidak bisa datang dua
kali, maka gunakanlah kesempatan itu sebaik mungkin. Kami bangga jadi anak
pramuka.
Ketua : Lutfiah
Nurlaily
Anggota: 1. Euvannisa Jasmin
2. Taufik
Hidayat
3. Bima
Ramdhani
POLUSI UDARA
Hari ini saya dan
keluarga saya akan pergi kerumah nenek.Lama perjalan kerumah nenek saya adalah
7jam.Sambil menunggu ayah saya memanaskan mobil, saya dan mama saya menyiapkan
perlengkapan untuk tinggal di rumah nenek.Setelah selesai kami langsung
berangkat.
Pada
saat di perjalanan kami mengalami macet kurang lebih selama 1jam.Saya sangat
bosan.Akhirnya saya membangunkan adik saya yang sedari tadi tidur dengan
pulas.kami berdua bermain dan mencari mobil yang berwarna merah.Siapa yang
melihat mobil warna merah yang paling banyak dia yang menang.Pada saat saya
tengah mencari mobil yang berwarna merah,di sebrang jalan saya melihat sebuah
bus melaju dengan kencang dan mengeluarkan asap berwarna hitam.Saya juga melihat
ibu-ibu yang sedang membuang sampah sembarangan dijalan,bau sampah yang di
buang sangat menyengat.Lalu saya pun melihat ada seorang laki-laki yang
menghampiri ibu-ibu itu,lalu laki-laki itu menegur ibu-ibu tersebut”hei,bu
jangan membuang sampah sembarang!,nanti bisa banjir dan baunya juga sangat
menyengat.”kata laki-laki itu.Lalu ibu-ibu tersebut malah marah-marah dan
beranjak meninggalkan tempat tersebut.Selain ibu-ibu tadi juga ada pencemaran
polusi udara yang lain,ada sepeda motor tua yang juga sama mengeluarkan asap
yang berwarna hitam.Sungguh baunya sangat tidak enak walaupun saya berada di
dalam mobil tapi bau itu bisa masuk kedalam mobil. Lalu saya bergegas membuka
kaca mobil untuk menghirup udara segar,agar bau asap motor itu hilang.Tetapi
bukan udara segar yang saya hirup malah
asap kendaraan dan asap rokok. Lalu orang tua saya menyuruh saya untuk
segera menutup kaca mobil. Karena asap dari luar akan semakin banyak masuk
kedalam mobil. Setelah sekian lama menunggu saya akhirnya tiba dirumah nenek.Lalu
saya bergegas masuk dan merapikan pakaian saya.Setelah selesai saya langsung
menuju ke sawah bersama kakekku. Saya pun bertanya kepada kakek “kek kenapa
udara disini begitu segar dan sejuk berbeda dengan di kota?”.’’karena disini
orang –orang masih belum banyak yang menggunakan sepeda motor kebanyakaan orang
–orang menggunakan sepeda untuk menuju ke tempat yang mereka tuju.”ujarnya.”Kek
disini apakah pernah dilanda banjir?trus apakah penyebabnya sampah kek?
tanyaku.”ya di sini pernah terkena banjir tetapi penyebabnya bukan karena sampah
melainkan erosi”ujarnya.Disana udaranya juga sangat sejuk dan segar.berbeda
dengan di jalan tadi yang udaranya sangat kotor dan panas.Dan di desa juga
tidak ada bau smpah yang menyengat.
Setelah
selesai melihat pemandangan di sekitar desa kami pun kembali pulang kerumah Hikmahnya,
kita tidak boleh mencemari udara Karena jika kita mencemari udara,udara
disekeliling kita akan kotor dan tidak baik bagi kesehatan.Buanglah sampah
kepada tempatnya.karena sampah bisa menyebabkan penyakit dan bencana alam.“KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN”
Ketua:Nabilah Farah .E.(23)
Anggota: -Finna Amalia.A.(12)
-Rita Nur Laili(29)
-Naufal Dwi.A.
: Menikmati Udara Bersih Di
Desa
Ketika
libur sekolah datang saya dan keluarga bersiap pergi ke desa nenek yang bertempat
di Jawa Timur yaitu Pati. Sebelum itu kami mengemasi pakaian yang akan dipakai
ketika berada didesa selama 1minggu.
Sebelum
berangkat ke desa saya dan keluarga memanaskan mobil yang hendak dipakai.
Setelah semua siap kami pun berangkat mengendarai mobil. Dalam perjalanan
tiba-tiba kami berhenti dengan waktu yang cukup lama, karena ketika didalam tol
kami terjebak didalam tol kemacetan sepanjang 3km.
Lalu
kami pun menunggu di mobil sangat lama. “Bu, apakah masih lama? Saya sudah
sangat bosan sekali duduk dimobil. ” Ujar akbar kepada ibunya. Lalu ibu pun
menjawabnya “Sebentar lagi kita akan segera sampai”. Agar tidak bosan saya
pun menunggu di mobil sambil bermain
gadget. Sesudah kami keluar dari jalan tol, jalan terasa lenggang dan tidak terasa
kami sudah sampai di Tuban. Lalu kami berhenti sejenak untuk beristirahat.
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan dan meninggalkan kota Tuban.
Setelah
sampai di desa kami lega dan senang karena dapat menikmati udara bersih tidak
seperti dikota yang sudah tercemar dikarenakan polusi kendaraan bermotor dan
pabrik-pabrik yang mengeluarkan limbah kotor.
Ketua : M. Akbar
Arnanto
Anggota :
NABILAH SAGIETA S.
HAFID WICAKSONO
ALIF NUR SYABANI
MIRZA FEBRILIANA A.
Sahabat terbaikku
Namaku adalah Shila. Aku tinggal bersama
kedua orang tuaku. Aku adalah anak tunggal. Aku memiliki seorang sahabat yang
sangat baik kepada ku namanya Salsa. Sahabatku Salsa dia sangat baik,cantik dan
sangat pandai. Kita berdua sekolah disekolahan yang sama dan kita berdua selalu
berangkat sekolah bersama.
Pada pagi hari,saat aku sedang sarapan
pagi dan ingin pergi kesekolah. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah ku.
Lalu,aku menuju pintu itu dan membukanya dan ternyata yang datang adalah Salsa.
Salsa menyapaku “pagi Shila, ayo kita berangkat sekolah” dan tiba tiba Orang
tuaku menghampiri aku dan juga Salsa. Mamaku berbicara “ he Salsa ayo masuk
kita sarapan dulu, nanti biar diantar sama papanya Shila “ lalu Salsa menjawab
“ makasih tante tapi aku sama Shila mau naik sepeda berangkat sekolahnya “,
shila pun juga menjawab mamanya “ ya ma pa Shila sama Salsa mau naik sepada, ya
udah ya ma pa Shila berangkat sekolah dulu (sambil mereka berdua perpamitan).Disaat
perjalanan,Aku dan Salsa berhenti ditengah perjalan karena rantai sepedaku
tiba-tiba putus.aku berkata “ aduh, gimana ini sa rantai sepada aku putus kalo
gini gimana kita sampai sekolah apa lagi kita uda terlambat “ salsa menjawab “
gimana kalo aku bonceng aja ayo naik “. Lalu mereka berdua pergi kesekolah
berboncengan.
Sesampai disekolah mereka langsung menuju
kelas sesampai dikelas aku berterima kepada Salsa “makasih ya sa “ Salsa
menjawab “ iya sama sama “.kringg,bel masuk pun berbunyi. Lalu, guru pun masuk
kelas dan meminta tugas yang diberikan nya kemarin . saat aku membuka tasku dan
ingin mengumpulkan tugas itu ternyata buku itu tidak ada didalam tasku,aku
mengingat-ingat dimana aku menyimpan buku itu dan ternyata aku ingat kalo buku
itu aku letakkan di meja belajar melihat aku panik Salsa bertanya kepadaku
“kamu kenapa shila? “ Shila menjawab “ buku aku ketinggalan dirumah, kamu
sendiri kenapa kamu tidak mengumpulkan tugas kamu “dan Salsa menjawab “ buku
aku juga ketinggalan (sambil menyembunyikan buku nya dari Shila), lalu guru
menyebut nama ku dan juga salsa “Salsa Shila tugas kamu mana “dan mereka berdua
pun maju ke depan dan meminta maaf kepada bu guru “ maafkan kami bu”dan guru
pun menjawab “ sekarang kalian keluar dari kelas berdiri di lapangan sampai bel
pulang berbunyi selesai. Pada keesokan
harinya salsa berbicara jujur dengan shila kalo kemarin dia membawa buku
tugasnya akan tetapi dia tidak mengumpulkannya karena dia tidak biasa membiarkan
sahabatnya sendirian.
Setelah kejadian itu mereka berjanji
tidak melakukan hal itu lagi. Akan tetapi, Salsa selalu ada untuk Shila dan
sebaliknya shila akan selalu ada untuk Salsa.maka dari itu kita harus selalu
ada untuk sahabat kita seperti yang dilakukan oleh Salsa dan juga Shila.
Pesan dari cerita ini :
kita harus selalu ada untuk sahabat kita meskipun kita hanya memilki 1
sahabat sejati itu sudah lebih dari cukup dibandingkan dengan memiliki sahabat
yang banyak tapi saat kita kesusahan mereka mala meninggalkan kita.
Ketua
: Camelia Istiqomah . P. (06)
Anggota :
M.Rizal Illyasah .H. (21)
Sulia Anggraini (33)
Yuliana Wulandari (36)
Pengalaman 17 Agustus
SMPN 51
Pada suatu hari SMPN 51 mengadakan lomba pada
tanggal 15-16 Agustus. Hari pertama adalah bazar siswa dan lomba tarik tambang,
balap karung, memasukkan pensil dalam
botol, band, dan lomba membaca puisi. Hari ke dua
hanya lomba-lomba yaitu lomba bakiak,
balap karung, tarik tambang, karaoke, fashion show, band, lomba membaca puisi, lomba
mading 3D terdapat juga bazar,dengan pesertanya siswa-siswi SMPN 51. Tidak
sedikit yang mengikuti acara tersebut.
Siswa-siswinya
juga menjual berbagai macam minuman, kue, nasi, dan masih banyak lagi, di setiap
stan yang sudah dipersiapkan (dirikan). Setiap kelas harus menjual berbagai
macam makanan dan minuman di stan yang sudah disiapkan. Siswanya tidak hanya
menjual saja melainkan juga membelinya. Uniknya lagi kalau kita membeli makanan
atau minumannya harus memakai kupon yang sudah dibeli di bendahara kelas. Satu
kuponnya bernilai RP. 2.000,- cukup untuk membeli satu makanan atau minuman.
Dan siswanya harus membeli maksimal 3 kupon yang hanya dijual di bendahara
kelas. Stan yang sudah di sediakan ada di tengah-tengah lapangan, lapangan
sekolah pun menjadi ramai. Di tengah-tengah lapangan pun terdapat anak-anak
yang mengikut ekstra bend dan menunjukkan aksi bandnya di depan siswa-siswi
SMPN 51. Sampai-sampai siswa-siswinya tidak beraturan.
Setelah
bazar osis SMPN 51 mengadakan lomba yang tak kalah serunya dengan bazar tadi
yaitu lomba tarik tambang, balap karung, masukan pensil dalam botol. Sebelum
kita melaksanakan lomba kita berkumpul atau rapat dengan teman-teman atau anggota dan
Ketua osisnya yang bernama “Salsabila Damayu” ketua osis pun berkata bilang
kepada anggota-anggota osis “apakah kita sanggup membuat lomba dengan di satu
sisi ada bazar dan juga pertunjukan bend?”. Teman-teman anggota osis pun
menjawab “ kita tidak perlu merasa kalau lomba yang kita bentuk akan gagal,
sebelu kita mencobanya. Kareana siswa-siswi SMPN 51 sangat banyak jadi, kita
harus membuat acara yg lebih seruh dan meriyah. Agar siswa-siswi SMPN 51 tidak
bosan akan acaranya”. Lalu sang ketua osisnya menjawab “ Usul kalian sangat
betul sekali, jadi kita tidak perlu takut gagal, sebelum mencobanya terlebih
dahulu”. Sang ketua osis pun berkata “oke teman-teman kita jangan mudah putus
asa, sebelum kita mencobanya” . Setelah rapat osis selesai kita dan teman-teman
langsung membuat pos untuk lombanya. Setelah pos lombanya di bentuk oleh osis
SMPN 51, siswa-siswinya SMPN 51 langsung
berkumpul untuk mengikuti loba-lomba yang telah di sediakan panitia
osis. Dan ternyata dugaan yang teman-teman ( panitia ) osis itu salah, ternyata
yang mengikuti lombanya sangat banyak sampai sampai di luar dugaan panitia
osis. Panitia osis pun sangat senang ternyata lomba yang kita dirikan berjalan
dengan sangat lancar dan pesertanya yang ikut sangat banyak, jadi semua panitia osis sangat bersuyukur, karena
lombanya berjalan dengan lancar hingga lomba selesai.
Setelah lomba selesai, siswa-siswi
SMPN 51 di kumpulkan di lapangan lagi untuk melaksanakan kerja bakti, karena
lapangan sekolah sangat kotor dan banyak sampah yg bergletakkan di setiap
tempat atau di setiap sudut lapangan. Jadi kami disuruh untuk bersih-bersih (
kerja bakti ) untuk membersikan sampah-sampah yang berserakan. Setiap anak
harus memunguti( mengambili) sampah-sampah yang ada di lapangan, kalau tidak di
ambil atau tidak di bersikan tidak akan boleh pulang. Selesai kerja bakti,
lapangan pun menjadi sangat bersih lagi. Siwa-siswi SMPN 51 di suruh ngumpul
lagi ke lapangan karena ada pengumuman. Dan ternyata pengumuman tersebut ialah
beseok tanggal 17 Agustus akan ada upacara, yang mengikuti upacara hanya kelas
8 dan kelas 9 yang kelas 7 nya belajar di rumah. Setelah pengumuman selesai
siswa-siswi SMPN 51 belum pulang. Keesokan harinya yaitu hari ke dua dalam
lomba dan Alhamdulillahnya lomba berjalan Sangat lancar lagi sama seperti hari
ke satu.
Keesokan
hari nya tepat tanggal 17 Agustus siwa-siswi SMPN 51 mengikuti upacara pengibaran
bendera dengan sangat hikmat. Upacara pun berjalan sangat lancar dan tidak ada
halangan atau masalah. Jadi hikmah dengan mengadakan lomba dan upacara kita
dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, dan rasa nasionalisme.
Ketua: Deva Fernandez (8)
Anggota: Zahara Putri Annisa (37)
Iqbal Aqila F. (16)
Kresna Deva M.I. (17)
Liburan
ke Bangka Belitung
Pada saat liburan sekolah ayah dan ibu
mengajakku pergi jalan-jalan ke luar kota pada awalnya aku menolak karena
bagiku luar kota tak seindah kotaku. Tak hanya aku yang diajak pergi ke luar
kota tapi ayah dan ibu juga mengajak kakak dan adik sepupuku. Virly nama adek
sepupuku dan Iqbal nama kakak sepupuku.
Awalnya merekapun menolak,,namun tak lama kemudian mereka menerima untuk ikut
pergi keluar kota mereka juga berusaha membujukku agar aku mau ikut.
Akhirnya, aku pun menerima ajakan mereka.
Aku ikut pergi jalan jalan ke luar kota. Pagi hari sekitar jam 05.00 aku, ayah
dan ibu juga sepupuku pergi ke bandara untuk segera berangkat ke tempat tujuan.
Awalnya aku tak tahu hendak pergi kemana. Saat hendak masuk ke pesawat aku
terdesak dan hampir terjatuh Karena banyak orang yang berlarian takut
ketinggalan pesawat. Tapi beruntungnya ada seorang pramugari yang menolongku
dan langsung menunjukkan tempat dudukku. Lalu aku dan sepupuku mengajak pramugari
tersebut untuk foto bersama, pramugari tersebut pun mau untuk foto bersama
kami. Setelah itu kita pun duduk ditempat masing masing dan pesawatpun terbang
ketempat tujuan kami. Awalnya kami memang tak mengetahui kemana tujuan
kami,,namun saat pesawat mendarat dibandara ternyata aku berada dibangka
Belitung. Awalnya aku tak begitu suka karena menurutku wisata disini biasa
saja. Namun, saat ayah dan ibu mengajakku ke pantai parai aku terkejut Karena
pantai parai disana sangat indah dan serasa tak ingin pulang dari sana. Aku dan
sepupuku pun tak mau menyia-nyiakan momen indah tersebut,,kita foto bersama di
pantai parai dengan tujuan agar kita tidak lupa dengan keindahan wisata Bangka
Belitung. Dan tak terasa hari tlah beranjak petang kami pun kembali ke penginapan
untuk beristirahat dan esoknya kita akan kembali pulang ke Surabaya.
Pagi harinya kita bangun dan bergegas
untuk segera pulang ke Surabaya. Saat perjalanan aku tak dapat melupakan
keindahan pantai parai, ingin rasanya liburan selanjutnya kita ke Bangka
Belitung kembali. Disini aku mengerti bahwa apa yang aku fikir tak menarik
sebenarnya sangat menarik. Dan disini juga aku belajar bahwa jangan menilai
sesuatu sebelum mengetahui yang sebenarnya.|
Ketua:
Alim Firdaus
Anggota
: Devi Novita Yuniar
Okky Pratama Putra
|
Stenly Agus Ferdiansyah
Langganan:
Komentar (Atom)